Friday, July 10, 2009

"Berani mencoba"

Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya.
"Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?"

"Ha?," kata jam terperanjat, "Mana sanggup saya?"
"Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?"

"Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.

"Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?"
"Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu" tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.

Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam.
"Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?"
"Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!" kata jam dengan penuh antusias.

Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.



Renungan :
Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun. Jangan berkata "tidak" sebelum Anda pernah mencobanya.



Diambila dr milist..

http://www.beraniegagal.com

Bukan Warna Yang Membuat Balon Itu Terbang….

Siang itu dedepan sebuah taman ramai sekali anak-anak bermain dan sebagian
besar anak membeli balon gas atau balon terbang , ada yang membeli warna
merah, warna kuning, warna hijau, Si Abang pedagang balon ini
sepertinya lagi kebanjiran rezeki dan ketika balonnya sudah hampir
habis dan yangg tersisa hanya warna hitam, seorang anak berniat membeli
balon, namun si anak itu sedikit ragu-ragu dan si anak tersebut bertanya? “Bang, ..apakah balon warna yang hitam bisa terbang juga..?, dan Si Abang dengan santun menjawab.”..ya pasti bisa dong Nak, karena bukan warna yang membuat balon itu terbang,tapi sesuatu “isi” didalamnya”.. yang membuat balon itu bisa
terbang.."

hmm...sama halnya seperti kita, siapapun pasti bisa terbang, “terbang” untuk
mencapai impian yg diinginkannya, karena bukan “warna” atau
tampilan luar yang membuat kita bisa "terbang", tetapi “isi” didalam
diri kita yang membuat kita bisa terbang.
Jadi…bagi yang fisiknya masih kurang ok, ngak keterima di ABRI, Pramugari, atau apapun yang mengutamakan fisik. Tampang kurang cakep, kurang cantik,
ngak keterima Audisi Indonesian IDOl, KDI, AFI dsb atau “semampai” semeter tak sampai,kurus atau “overweight”, terlalu “item”, kurang kuat, terlalu muda, terlalu tua, karena menganggap diri keturunan orang tidak mampu secara materi/financial.
Atau ngak keterima di tempat kerja yang mengharuskan anda sarjana SE, SH, ST, DRS, DR, MM, dsb dan hal-hal lain yang tampak luarnya “kurang”, jangan takut kita pasti bisa “terbang”, karena" isi" di diri kita yang membuat bisa "terbang"

Cari kegiatan yang bisa membuat kita "terbang", tidak terbatasi oleh tampak luar, cari potensi diri kita yang lain, krn dibalik kekurangan kita, pasti tersimpan kelebihan kita... ..ayooo kita "terbang.."

Saturday, June 27, 2009

Belajar Dari Arnold Schwarzenegger

Belajar Dari Arnold Schwarzenegger

Siapa yang tak kenal Arnold Sshwarzenegger?, bintang film terkenal, salah satu bintang film dengan honor terbesar.
Siapa yang tak tahu Film “Comando”, “Terminator”?, dan banyak lagi film Box Office lainnya.

Siapa dia?, Ia lahir dan di besarkan di Austria dan sudah mulai berlatih sebagi atlet angkat berat sejak kanak-kanak, di usai 18 tahun, ia memenangkan kontes binaraga untuk pertama kalinya dan menjadi “Mr. Universe” pertama yang berhasil mempertahankan gelarnya lima kali berturut-turut. Ia pindah ke Amerika Serikat dan memenangkan berbagi kontes serupa.

Setelah melampaui capaian prestasi atlet lain di cabang binaraga, ”ia kehilangan tantangan”, Ia pun mencari bidang lain dimana ia masih dapat mengunakan bakatnya. Latihan-latihan binaraga yang pernah ia jalani mengajarinya betapa perlunya ilmu tentang kebugaran fisik dan ia menguasai ilmu tersebut serta ingin membaginya.

Ia pun menulis autobiografinya, Arnold : The Education of Builder, yang laris dipasaran, kemudian ia menulis buku tentang binaraga untuk kaum perempuan, petunjuk para perempuan tentang menggunakan latihan beban dan untuk memperoleh tubuh yang sehat.

Cita-sita berikutnya adalah menjadi bintang film, Bahkan sebelum mendapatkan peran pertamanya dalam film, ia telah bercita-cita menjadi tikoh besar di perfilman, sebesar ketokohan di binaraga, setelah beberapa kali menolak peran kecil, keuletannya terbayar ketika ia diberi peran utama dalam film ”Conan the Barbarian”, Kesuksesan ini ”membuka jalan” bagi serangkaian film aksi lain yang menjadikannya salah satu akor dengan bayaran terbesar di Hollywood.

Keberhasilannya di Film pun tak membuat Arnold berpuas diri, ia menetapkan cita cita baru bagi dirinya sendiri, kali ini di dunia usaha, Ia berinvestasi di real estat, membangun jaringan restoran dan terlibat aktif dalam usah-usaha lain serta menjadi multijutawan.

Akan tetapi, Dengan semakin meningkatnya kesuksesan yang diraih, ia menambahkan apa yang menjadi cita-cita impiannya, melayani masyarakat . ia berkeliling negeri untuk mempromosikan kesehatan dan kebugaran dikalangan muda-mudi. Ia mendatangi kota-kota kecil dan menginspirasi anak-anak untuk meninggalkan kekerasan dan kriminalitas, dan menolak narkotika, senjata api dan geng serta mengatakan ”ya” pada pendidikan.

Tahun 2003, Arnold Schwarzennegger naik ke panggung Politik dan menang telak sebagai Gubernur California yang baru.

Kita banyak belajar dari Arnold, dia bukanlah ”manusia berotot” pada umumnya, ia seseorang yang menggunakan impian-impian dan tujuannya dan menggapainya.

Dalam menetapkan tujuan, anda tidak boleh terkungkung dalam pada satu bidang tertentu saja. Apakah anda sudah puas dengan pencapaian anda saat ini?, sudah cukup dengan yang ada sekarang?, membiasakan dalam kondisi yang ”sekedarnya”, ”alakadarnya”, biasa-biasa saja, sederhana bahkan kadang ”merana”, ”zona nyaman” yang kadang membiasakan menyamankan dalam kondisi yang sebetulnya kurang nyaman.
Anda pasti punya ”impian lain” yang sebetulnya bisa anda dapatkan, jika saja membuka diri dan berusaha menggapainya.

Arnorld bisa saja membatasi depannya pada satu bidang saja , bidang binaraga dan sukses!, tetapi ia ”punya impian lebih banyak lagi”, menetapkan tujuan-tujuannya lebih tinggi dan berusaha keras mengapainya.
Ia pernah dikritik dan dicemooh karena kemampuan akting di film pertamanya, tetapi ia tak bergeming, ia ”tidak takut terhadap kritik” dan ”mengejar impiannya” sebagai salah satu aktor dengan bayaran termahal di Hollywood.

Adakah pelajaran yang didapat dari kisah Arnold ini..?


Tulisan ini saya ceritakan dari buku “Think and Grow Rich” karya Napoleon Hill dan direvisi Dr Arthur R Pell,

Monday, May 25, 2009

The Last Samurai

Senin Kemarin jam 21 malam, saya nonton Film "The Last Samurai" yang dibintangi oleh Tom Cruise,
menceritakan th 1876, ketika saat itu Jepang lagi mengadakan pembangunan (pembangunan Rel Kereta)dan bekerjasama dengan Amerika, kebetulan pembangunannya akan melewati kawasan kesatria-kesatria Jepang yang masih memegang Tradisi mereka istilah mereka "Samurai", saking ingin mempertahankan tradisi leluhurnya mereka rela diserang oleh orang Jepang sendiri dan dibantu oleh tenaga ahli startegi perang dari Amerika/Tom Cruise.

singkat cerita, Tom Cruise jadi tawanan perang dan ditahan mereka, tapi perlakuan para Samuarai ini begitu baik dan mengobati luka bekas perangnya dan bisa ikut berlatih "Samurai". Pada saat latihan Tom Cruise kalah dari salah seorang Samurai dan ada kata -kata Samurai yang bagus yaitu,
"kamu kalah karena pikiran kamu tidak ada disini walaupun badan kamu disini", artinya jika melakukan sesuatu harus benar2 fokus. jiwa dan raga

Kemudian saat terakhir, setelah Kepala Samurai tewas,Tom cruise memberikan Sebuah samurai kepada kaisar, dan ini adalah Samurai untuk mengingatkan kepada Kaisar bahwa Kepala Suku Samuari telah Tewas karena mempertahankan Adat demi kemajuan yg ingin dicapai Pemerintah. dan kemudian kaisar tersadar berkata" Saya tidak akan melakukan pembangunan yang maju dan modern tapi menyengsarakan dan membuat menderita rakyatnya, maka kerjasama dibatalkan"

artinya' Kaisar tidak mau pembangunan yang membuat modern dan maju tapi akan menyengsarakan, membuat budaya asli hilang, membuat suku asli habis dan suku asli menderita, Jadi maju dan Modern Harus, tanpa mengorbankan Rakyatnya"..

Gimana dengan di Kita ya..?

Rezeki Itu datang Selagi Masih "Sarungan"

Ini bukan judul yang "gimana gitu", tapi ini asli, Rezeki datang ketika saya masih sarungan, Yaitu selesai Sholat Shubuh sambil baca baca buku atau liat tv, eh tiba-tiba tetangga ada yg ketuk pintu, minta isi Pulsa, ada yg Esia10, Mentari10, Simpati atau XL, karena toko saya bersatu dengan rumah ya Alhamdulilliah pagi-pagi udah dapat Rezeki.

Dan ternyata Rezeki itu tidak harus ditunggu datangnya tiap akhir bulan/awal bulan seperti orang kerja atau gajian, kelamaan coy..,lumayan lah daripada bengong pagi hari,eh dapat tambahan Rezeki.

Suatu saat saya punya "impian", Rezeki itu bisa datang sewaktu kita tertidur,jadi pas tidur aja bisa dapet rezeki, Gimanakah caranya itu...?, ayo siapa yang tahu..?

Saturday, May 09, 2009

7 DO dan 7 DON'T

Teman ini adalah hasil"capturan" saya sewaktu ikut Success Seminar DBS di Bandung tgl 19 April 2009 yg Dihadiri Oleh Aa Gym, Guruh Soekarno Putra dan Bpk. Safe'i Antonio pakar syariah.

Catatan dari Pak Safe'i Antonio adalah,

Balance of Success, dimana ada 4 Faktor kesuksesan yg harus di "pegang " oleh seorang Muslim.

1. Financial Success, orang Muslim harus kaya, tapi kekayaannya tidak melupakan yang Maha Kuasa dan tidak jadi takabur, sombong tapi malah semakin dermawan, baik hati dan banyak shodaqoh.
2. Intelektual Success, Kita harus pintar dan pandai
3. Sosial/Ekonomi Success, kitaharus bisa bersosialisasi berbaur, bersilaturahmi, hablumminannas yang baik dengan sesama.
4. Spiritual Sukses, yg paling Utama adalah kita harus sholeh, sehingga jika sesuatu yg terburuk pun terjadi kita akan tetap sabar dan tawakal.

ada 7 Do dan 7 Don't dalam rangka "ihtiar mencri rezeki.

7 Do
1. Niatkan ihtiar kita mencari rezeki yang Halal.
2. Berjihad Ekonomi, sehingan bekerja sekuat tenaga dan bekerja keras.
3. Pelajari Produk Sebaik mungkin, karena setiap kesuksesan pasti ada ilmunya.
4. Budayakan Membaca, baca Alqur'an dan Buku-buku positif yg bisa menambah wawasan.
5. Perbanyak Silaturahim, berbagi dan niatkan untuk memberikan nilai tambah.
6. Kuatkan Ihtiar dengan Berdoa dan bertwakal-lah
7. Jadikan Allah sebagai tujuan awal dan Akhir.

7 Don't
1. jangan Berhenti, ihtiar, ihtiar dan ihtiar
2. Jangan sendirian, saling bantu dan berbag dengan Ilmu
3. jangan takabur, Besarnya rezeki yang kita dapat semuanya dr Allah
4. jangan Komsumtif, Investasikan apa yg didapat untuk massa depan anda dan keluarga.
5. jangan Lupa Diri, Gembira boelh tapi jangan hura-hura.
6. jangan makan Sendirian, jika ada rezekinya, bagikan sebagian untuk fakir miskin.
7. jangan Berhenti Inovasi, agar bisnis terus berkembang dan prosfektif.

Thursday, April 09, 2009

Apa motivasi anda..?

Minggu awal April kemarin, saya nonton tayangan di metro tv, Oprah Winfrey,Tayangan tersebut mengenai anak2 yang sukses di usia 13-16 thn.
Yang Pertama adalah bocah cewek 16 thn dari Philipine, Charice(kalau ngak salah namanya), dia punya suara yg bagus, sampai bisa berduet dengan Andrea Bocoli(maaf kl salah ketik), penyanyi Soprano Tuna Netra dari Italia dan bisa diajak gabung dengan komposer David Foster dan juga mendapat pujian dari Celin Dion, saat ditanya apa yang mendorong dia sampai bersuara bagus?, kemudian dia menceritakan kehidupan masa lalu dia yang pahit, ekonomi sulit dan kelam, sampe dia menyaksikan sendiri percekcokan ibu dan ayahnya,sampai2 ayahnya menodongkan pistol ke ibunya di depan dia dan kemudian Ayahnya meninggalkan mereka, hal itu membuat ia ingin membahagiakan ibunya. bagaimana caranya?..yaitu dengan bernyanyi dan bernyanyi katena itu yg dia bisa saat itu, penderitaan ibunya dan kondisi Ekonomi sulit keluarga membuat dia punya semangat yg luar biasa untuk sukses.

Kemudian yang kedua seorang Bocah 13 thn dari negara bagian Amerika, dia ikut American Idol, sempat di tanya juri Simon, apa motivasi anda ikut audisi, dia menjawab krn "saya sering di intimidasi temen2 di sekolah, katanya suara saya jelek" dan lalu ditanya bagaimana mengatasi hal itu, dia bilang "teruslah bernyanyi" dan setelah selesai menyanyi dia mendapat pujian dari juri cewek(lupa namanya), "kamu telah berhasil mengalahkan intimidasi itu dengan suara emasmu"

Kemudian yang ke tiga, bocah 13 th dan dia Juara dunia ilmu beladiri, ketika di tanya kenapa dia bisa hebat begini, krn dia suka dan selalu ingin lebih hebat dari ayahnya, dan ternyata ayahnya adalah pelatih ilmu beladiri tersebut.
ayahnya bilang anaknya selalu belajar dan ingin lebih hebat dari ayahnya.
Kondisi lingkungan memang mempengaruhi dia untuk menjadi sukses.

Sungguh ke 3 tayangan tersebut, menginspirasi kita...
Sekarang dari 3 cerita diatas, hal apa yang membuat kita bisa termotivasi untuk sukses?, apa sampai pada titik kehidupan yg getir?, atau tunggu di intimidasi dan hinaan dari teman teman?, atau mencari lingkungan yang sesuai dengan mau kita?
sehingga bisa maju dan sukses..?, silakan anda pilih sendiri..atau ada hal lain..?

Friday, March 20, 2009

Counter Di Branding Telkomsel



Rabu Kemarin pertengahan Maret 2009, akhirnya Counter Kania Cell1 dan Dibranding dari dealer Telkomsel Simpatindo, sungguh penantian yg lumayan lama dan pada akhirnya branding toko itu datang dengan sendirinya setelah omset toko dirasa cukup bagus bagi dealer dan semoga ini adalah awal untuk menjadi lebih baik lagi dalam pelayanan dan penjualan..., bagi teman yg mau belajar bagaimana bisnis Voucher itu dimulai dan dijalannkan, jangan diam saja dan tidak melakukan tindakan ayoo silakan jangan ragu kontek saya dan kita berbagi ilmu bersama.., salam sukses!! 2

Kesadaran Untuk Membangun Kompetensi Diri

ada artikel meanrik neh dri kang Dadang....


Kesadaran Untuk Membangun Kompetensi Diri

by Dadang Kadarusman

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Dibanyak media kita membaca perkiraan yang dibuat oleh para ahli ekonomi dan bisnis serta politikus terkemuka, bahwa; tahun ini kehidupan kita mungkin akan terusik oleh melemahnya kinerja ekonomi dunia. Siapa yang tidak deg-degan jika demikian? Bahkan orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi pun bisa diberhentikan. Apalagi konon Organisasi Pekerja Internasional (ILO) memperkirakan bahwa Indonesia akan kebagian PHK untuk sekitar 650,000 orang tahun ini. Atau mungkin lebih dari itu. Ketika hendak melakukan PHK, perusahaan yang peduli biasanya memberikan pembekalan supaya mereka tahu, ’apa yang bisa mereka lakukan setelah PHK’.

Dulu, dihalaman rumah saya ada sebatang pohon besar yang sudah dipotong nyaris rata dengan tanah. Yang tertinggal hanya ’tunggul’ berupa sisa batangnya seolah tak berdaya. Beberapa minggu kemudian dari tunggul itu bermunculan tunas-tunas pohon kecil yang jumlahnya sangat banyak. Dan beberapa bulan kemudian, setiap tunas itu telah tumbuh menjadi satu batang pohon baru. Walhasil, pohon yang asalnya berbatang satu itu kini telah menjelma menjadi pohon rindang dengan batang yang banyak.

Mengapa pohon yang sudah ditebang itu tumbuh lagi? Itulah pertanyaan saya. Dan ternyata, kunci jawabannya terletak pada bagian dari pohon itu yang kita sebut sebagai ’akar’. Karena akarnya yang tangguhlah maka pohon itu tidak mau mati. Ditebang pun dia kembali tumbuh lagi.

Kita mengacungkan jempol kepada perusahaan yang bersedia memberikan ’pembekalan menjelang PHK’. Namun, hal itu sering sudah terlambat. Misalnya, bulan depan mau di PHK, saat ini baru dilakukan pembekalan itu. Sehingga, ketika masa tidak enak itu tiba; kita sering masih belum benar-benar siap. Lagipula, mana mungkin ada perusahaan yang mau memberikan pembekalan semacam itu jika keadaan sedang indah-indahnya? Oleh karena itu, memberikan persiapan pasca PHK kepada karyawan disaat perusahaan sedang berkinerja baik kelihatanya merupakan gagasan yang konyol, ya?

Tapi bagaimana jika suatu saat kelak tiba-tiba hal itu menimpa kita? Faktanya, ada orang bekerja disebuah perusahaan yang sangat baik; tiba-tiba kehilangan pekerjaannya ketika ada perusahaan lain mengakuisisinya. Sementara dia dan teman-temannya tidak pernah tahu sampai didetik terakhir pengumuman tentang situasi itu. Jadi, saat paling tepat untuk mempersiapkan karyawan menghadapi PHK bukanlah menjelang PHK, melainkan pada saat segala sesuatunya sedang berjalan baik. Tetapi, kita menghadapi 2 tantang mendasar disini. Pertama, perusahaan sering tidak memiliki cukup alasan; mengapa mesti melakukannya jika kinerjanya sedang bagus? Kedua, karyawan merasa tidak memerlukannya, malah sebaliknya mengira bahwa itu sia-sia dan hanya membuang-buang waktu saja. Walhasil, kita tidak pernah bersentuhan dengan hal-hal yang sifatnya preventif jangka panjang seperti itu.

Padahal, seperti pohon yang memiliki akar kuat tadi. Akar yang dimilikinya itu, tidak serta merta ditumbuhkan sehari sebelum dia ditebang. Pohon itu telah bertahun-tahun sebelumnya memperkuat akar itu. Sehingga ketika dia ditebang, dia tetap dapat bertahan. Manusia juga demikian. Jika kita mampu memperkuat ’akar’ pribadi kita; maka mudah-mudahan kita bisa bertahan lebih baik seandainya hal itu tak terelakan juga.

Lantas apa sih sesungguhnya ’akar’ bagi kita? Ada banyak makna akar bagi kita. Namun, salah satu makna yang terlebih dahulu perlu kita bangun adalah apa yang biasa kita sebut sebagai ’kompetensi’. Orang-orang dengan kompetensi tinggi adalah mereka yang mempunyai akar yang kuat. Karena, dengan kompetensi yang tinggi itu, mereka memiliki daya saing yang besar. Sehingga, lebih sedikit hal yang perlu dikhawatirkan olehnya, dibandingkan oleh mereka yang tidak memiliki kompetensi itu. Dengan kata lain, kita tidak perlu menunggu perusahaan untuk melakukan program ’pembekalan menghadapi PHK’. Karena, perusahaan yang sedang sehat sangat tidak mungkin melakukannya untuk kita. Sedangkan perusahaan yang sudah tidak sehat seringkali melakukannya secara terlambat. Jadi, pilihan yang kita miliki cuma satu, yaitu; membangun kompetensi diri yang tinggi secara sadar jauh-jauh hari sebelumnya.

Rugikah kita jika memiliki kompetensi tinggi serupa itu? Tidak. Karena, kalau perusahaan kita terus maju; maka kita akan menjadi bagian dari kemajuan itu, sekaligus mendapatkan berkah yang lebih besar. Namun, jika perusahaan anda akhirnya tidak bisa dipertahankan, maka seperti akar pohon yang ditebang tadi; dia akan membantu kita untuk tumbuh lagi. Tumbuh lagi. Dan tumbuh lagi. Semoga.

Hore,
Hari Baru!
Dadang Kadarusman
http://www.dadangkadarusman.com/
Business Administration & People Development
Business Talk Setiap Jumat: 06.30-07.30 di 103.4 FM Day Radio

Catatan Kaki:
Seperti pohon yang berakar kuat, manusia yang memiliki kompetensi tinggi mempunyai kesempatan untuk terus berusaha agar bisa terus bertumbuh dan berkembang.

Saturday, January 31, 2009

Belajar Investasi Tanah dan Bangunan

Minggu-minggu ini setiap sabtu, saya dan isteri sering pulang Pergi ke Cilebut Bogor, krn kebetulan lagi ada urusan mau beli tanah disana, Mertau saya yang bantu untuk proses jual belinya.
saran Mertua saya, "Beli aja Sumirat lumayan buat Investasi, kan tanahnya pinggir jalan, nanti kalau ada modal bisa bikin kotrakan Toko"

Memang seh saya dan isteri lagi berencana untuk bisa mendapatkan "passive income", ya dengan berinvestasi di tanah dan properti dan kemudian kita sewakan.

Tanah yg dibeli kebetulan Lokasinya Persis di Sebrang jalan depan Gerbang Komplek Perumahan, hanya berselisih satu bangunan dari gerbang tersebut sekitar 100m2. Rencana seh kalau udah dapat dananya, akan dibangun 3 toko atau ruko dan kita sewain deh, atau mungkin juga waralaba alfamart atau Indomaret kali ya..(tapi yang ini apakah dananya saya ada?),

sekarang masih dipikirin dan cari solusi dana buat bangunnya dulu.

Nanti kalau udah jadi bangunannya saya kabarin deh, kali aja ada teman2 yang berminat...

do'akan ya, semoga "mimpi" yang ini bisa terwujud....

Mengapa Kita Kekurangan Entrepreneur?

Tulisan ini saya sadur dari Blog-nya mas Yodhia Antariksa, bagus baut pencerahan kita-kita...

Mengapa Kita Kekurangan Entrepreneur?

* Written by Yodhia Antariksa
* Posted August 25, 2008 at 12:08 am


Negeri ini masih sangat kekurangan entrepreneur. Dibalik beragam liputan tentang seribu satu sosok enterpreneur, negeri ini ternyata masih sangat sedikit memiliki kaum wirausaha. Data terkini menunjukkan angka populasi entreprenuer di negeri ini hanya 0,18 % dari total penduduk, atau hanya sekitar 400,000 orang. Sebuah jumlah yang terlalu sedikit untuk sebuah negara dengan penduduk lebih dari 200 juta jiwa.

Padahal, kisah kemonceran sebuah bangsa selalu dilentikkan oleh kisah heroisme para entrepreneurnya. Mereka membangun bisnis dari nol, mendedahkan cerita legendaris, dan kemudian menancapkan jejak yang amat kokoh dalam sejarah ekonomi dunia. Amerika akan selalu dikenang karena mereka memiliki Henry Ford, Bill Gates, ataupun Lary Page & Sergei Brin (pendiri Google). Jepang menjadi legenda lantaran kisah Akio Morita (pendiri Sony), Soichiro Honda dan Konosuke Matshushita (Panasonic).

Lalu bagaimana solusinya? Apa yang mesti dilakukan negeri ini sehingga kelak akan lahir Bill Gates dari Bandung, Akio Morita dari Pemantang Siantar, ataupun Sergei Brin dari tanah Maluku? Solusi ini akan coba kita bentangkan dengan terlebih dulu menulusuri dua faktor utama kenapa negeri ini masih sangat kekurangan sosok entrepreneur yang tangguh.

Jawaban yang pertama mudah : kita sangat kekurangan jumlah entrepreneur karena sistem pendidikan kita memang mendidik kita untuk menjadi pegawai dan bukan entrepreneur; mengarahkan kita untuk menjadi kuli, bukan kreator. Sungguh mengherankan, sepanjang kita sekolah selama puluhan tahun, kita nyaris tidak pernah mendapatkan pelajaran mengenai entrepreneurship. Juga nyaris tak pernah mendapatkan pelajaran tentang keberanian mengambil resiko, tentang ketajaman mencium peluang bisnis, ataupun pelajaran tentang life skills – sebuah pelajaran penting yang akan membikin kita menjadi manusia-manusia mandiri nan digdaya.

Tidak. Kita tak pernah mendapatkan itu semua. Selama bertahun-tahun kita hanya dijejali dengan aneka teori dan konsep, seolah-olah kelak kita akan menjadi “kuli” atau pegawai di sebuah pabrik. Lalu begitulah, setiap penghujung tahun ajaran, setiap kampus ataupun sekolah bisnis beramai-ramai mengadakan Job Fair, memberikan pembekalan (sic! ) tentang cara menyusun CV yang bagus dan trik bagaimana menghadapi wawancara kerja. Semua dilakukan sebab seolah-seolah bekerja menjadi “kuli berdasi” di perusahaan besar (kalau bisa multi national companies) merupakan “jalur emas” yang wajib ditempuh oleh setiap lulusan sarjana.

Kenyataan seperti diatas mestinya harus segera dikurangi. Sebab situasi semacam itu hanya akan membuat spirit entrepreneurship kita pelan-pelan redup. Sebaliknya, kita sungguh berharap pendidikan dan pelajaran entrepreneurship diberikan secara masif dan sejak usia dini, setidaknya sejak di bangku sekolah SLTP (pelajaran tentang entrepreneurship juga bisa Anda dapatkan DISINI). Sebab dengan demikian, negeri ini mungkin bisa bermimpi melahirkan deretan entrepreneur muda nan tangguh pada rentang usia 17 tahun-an.

Pada sisi lain, acara semacam job fair mestinya disertai dengan acara yang tak kalah meriahnya, yakni semacam “Entrepreneurship Campus Festival”. Kita membayangkan dalam ajang ini, ribuan mahasiswa muda datang dengan beragam gagasan bisnis yang segar, dan kemudian dipertemukan dengan barisan investor yang siap mendanai ide bisnis mereka (investor ini sering juga disebut sebagai “angel investor” atau “venture capital”). Melalui ajang inilah bisa dilahirkan ribuan entrepreneur muda baru dari setiap kampus yang ada di pelosok tanah air. Dan sungguh, dengan itu mereka tak lagi harus antri berebut fomulir lamaran kerja, ditengah terik panas matahari, dengan peluh di sekujur tubuh, dengan muka yang kian sayu…….(duh, biyung, malang nian nasibmu…).

Faktor kedua yang membuat kita sangat kekurangan entrepreneur, dan juga harus segera diatasi adalah ini : mindset orang tua kita yang cenderung lebih menginginkan anaknya menjadi pegawai/karyawan. Sebab, orang tua mana sih yang tidak bangga jika anaknya bisa menjadi ekskutif di Citibank atau manajer di Astra International? Mindset semacam ini menjadi kelaziman sebab bagi kebanyakan orang tua kita, mengabdi dan bekerja di sebuah perusahaan besar setelah lulus kuliah adalah jalur yang harus dilalui untuk merajut kesuksesan. Sebuah jalur “paling stabil” dan “paling aman” untuk dapat melihat anaknya mampu membangun rumah dan memiliki sebuah mobil sedan.

Sebaliknya, orang tua kita acap ragu dan gamang ketika melihat anaknya memutuskan untuk membangun usaha secara mandiri. Mereka khawatir jangan-jangan hal ini akan membuat anak cucu mereka kelaparan……Mindset semacam ini pelan-pelan harus diubah. Cara yang paling efektif adalah dengan menyodorkan semakin banyak contoh keberhasilan yang bisa diraih para entrepreneur muda. Dengan kisah-kisah keberhasilan ini, diharapkan orang tua kita menjadi kian sadar bahwa pilihan menjadi entreprenuer dan membuka usaha sendiri merupakan jalur yang juga bisa membawa kesuksesan yang melimpah.

Ya, orang tua kita mungkin perlu disadarkan, bahwa pilihan menjadi juragan ayam ternak di kampung halaman tak kalah hebat dibanding menjadi manajer di Citibank yang berkantor megah di Sudirman. Bahwa pilihan menjadi juragan batik grosir tak kalah mak nyus dibanding menjadi ekeskutif di sebuah perusahaan multi nasional……

Note : Jika Anda ingin mendapatkan file powerpoint presentation mengenai management skills, strategy, marketing dan HR management, silakan datang KESINI.

Jika Anda ingin memberikan hadiah kaos keren kepada anak atau keponakan Anda, silakan datang KESINI.

PT POS Oh PT POS

Pagi itu saya buru-buru ke PT POS krn jam sudah menunjukan 9.an saya mampir sebentar mau beli Perangko untuk kirim surat dan barang kecil/bisnisan voucher HP ke bdg, dan beli materai untuk keperluan lain.
saat itu kebetulan uang ngak ada yg kecil hanya ada 50rb, saya beli materai dulu tadinya,

saya : "Bu Beli materai yang 600, 2," dan saya sodorkan uang 50rb krn saat itu saya ngak ada uang pas.
Petugas 1 : "wah pak uangnya 50 rb masih pagi ngak ada kembalian"
dia kembalikan uang saya, ok deh saya kirim surat dulu aja
saya: " pak kilat khusus ke bdg"
petugas kemudian cek dan timbang dan kemudian.
Petugas2 : harganya rp 4500"
saya : sodorkan uang 50 rb lagi,
petugas 2: "wah pak ngak ada kembalian" tukerin dulu aja deh ke depan,uang tersebut dibalikin lagi.
saya pergi lagi ke loket materai,
saya: Bu materainya beli 5 aja, supaya 30 rb dan kembalikan 20 rb
petugas1: ngak ada pak, dan uangnya dibalikin lagi, "tuker aja dulu didepan pak"

dalam hati saya, gile bener neh, petugas-peugasnya ngak peduli ama pelanggan, mau beli syukur ngak juga ngak apa2..toh gaji saya masih tetap kok, gitu kali ya..

akhirnya "terpaksa" saya tuker uang keluar ke jalan tuker ke warung satu ngak ada dan ada tukang parkir.
saya: Pak tolong dong tukerin uang 50rb ya"
petugas parkir : "bentar pak ya", kemudian saya liat dia lari ke warung satu ke kemudian ke warung lain, lari ke pedangang asongan satu dan pedagang lain, dan akhirnya dia kembali dengan uang receh"
akhirnya saya ke Pos lagi dan saya bayar dengan uang pas selasai deh urusan.
dan tak lupa saya kasih lebih tuh tukang parkir krn dia mau "bekerja lebih" ya saya "kasih lebih"

apakah memang begini? "Profile" Pelayanan Publik kita, sepertinya pelanggan masih dianggap sepele, Pikiran merka "ente yg perlu kok bukan kita...."


Free chat widget @ ShoutMix

Web Page Visitor Counters
Broadway Passion